refleksi orientalisme
Ignaz Goldzier merupakan
salah satu tokoh orientalis berkebangsaan Hongaria yag lahir 22 Juni
1850. Dan ia meninggal 13 November 1921. Ia merupakan murid dari Fleisser,
pakar filologi dan ahli ketimuran. Sebelu menjadi emimpin di Universitas
Budhaphes ia ditugasi melakukan ekspedisi ke kawasan timur dan menetap di
Kiaro. Tahun 1894 ia medapat gelar professor kajian bahasa semit. Dari banyak
kajiannya ia menyatakan:
1.
Perdebatan bacaan al-Quran
merupakan usaha untuk melestarikan dan usaha untuk menafsirkan firman Tuhan,
yang mencukupi kepentingan dan temdensi yang diusung. Alquran memiliki garansi
keterjagaan.
2.
Hadits tidak memiliki
garansi dari al-Quran. Hadits adalah buah cipta dari kreasi muslim belakangan
yang merupakan refleksi doctrinal dari perkembangan politik sejak dua abad
pertama. Karena tidak ada bukti penulisan hadits dimasa Nabi.
3.
Ijma’ merupakan otoritas
legalitas yang paling penting dalam system hokum islam klasik.
4.
Perkembangan dogmatis islam
berlangsung menurut jejak alam pikiran yunani sperti dalam hokum, ide politik,
cara berfikir, dll
5.
Perbedaan qiraah memang
mungkin terjadi, ini karena karakteristik huruf tulisan arab.
Christian Snouck Hurgronje
adalah seorang orientalis berkebangsaan Belanda yang lahir 8 Februari 1857 –
26 Juni 1936 di Leiden. Sejak tahun 1887 ia menjadi penasehat umum
pemerintah colonial Belanda dalam masalah islam dan penasehat dalam bahasa
Timur dan syari’at islam tahun 1891. Dia meneliti islam untuk mencari titik
lemahnya, setidaknya ini terseirat pada pemikirannya berikut:
1.
Ia merupakan peletak dasar
kebijakan Islam Politik yang
menyatakan bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama melainkan
Islam sebagai doktrin politik
2.
Pembedaan antara islam
dalam arti ibadah dan islam dalam arti social politik, menurutnya:
a.
Dalam bidang politik
bentuk-bentuk agitasi politik islam yang membawa rakyat pada fanatisme dan Pan
Islamisme harus dimusnahkan.
b.
Dalam bidang ibadah,
emerintah disaranka bersikap netral dan memberikan kemerdekaan.
c.
Dalam bidang social,
colonial harus membatsi meluasnya pengaruh ajaran islam terutama dalam hokum
dan peraturan. Sehingga memunculkan teori Respti yang menyatakn hokum
islam harus menyesuaikan dengan adat.
3.
Teori Devide at Impera,
konsep yang memanfaatkan peran kelompok elite priyai dalam meredam kekuasaan islam dan pengaruhnya
di masyarakat.
Arent Jan
Wensinck, lahir pada 7 Agusts 1882 di Belanda – 19 September 1939. Ia
merupakan pakar bahsa- bahasa semit. Yang dalam meneliti sejarah islam ia
bertumpu pada hadits. Menurutnya sebagian hadits merupakan buata pada sahabat
akibat kontak budaya non islam. Jadi hadits merupakan komposisi campur aduk
antara ajaran dan tradisi Kristen, Yudaisme, dan Yunani. Buah karya yang cukup fenomenal tidak hanya
dikalangan Barat tapi juga pada Islam adalah konkordasi hadits-hadits Nabi
(Mu’jam al-Mufahras li Alfadh Hadits al-Nabawy) yang termuat pada Kutub
al-Tis’ah. Ia menyelesaikannya tidak sendirian dengan dibantu oleh beberapa
orientlis lainnya. Memang buah karya ini boleh dipertanyakan keotentikannya,
oleh karenanya selain merujuk pada kitab mu’jam karya orientalis ini juga tidak
meninggalkan kitab mu’jam karya sarjana muslim.
Pad generasi setelahnya, tokoh
orientalis lainnya adalah Hamilton Alexander Rossken Gibb yang merupkan
orientalis berkebangsaan Ingris yang lahir di Iskandariyah 02 Januari
1895-1971 di Oxford. Setelah wajib militer ke Prancis da Itali ia belajar
tentang Arab di School of Oriental and African Studies, mendapat gelar master
pada 1922 namun ia telah mengajar di lembaga pembelajaran tersebut sejak 1921.
Pada 1926 ia mengunjungi Afrika Utara dan Arab untuk meneliti sejarah dan
sastra Arab yang kemudian pada 1929 ditunjuk menjadi pembaca sejarah Arab. Dengan
latar belakang sejara ia mengkaji islam yang masih mengkaitkan dengan ajran
yang ada sebelum islam, menurutnya:
1.
Islam adalah agama yang
vital yang menghimbau hati, akal, dan kesadaran untuk menanamkan nilai-nilai
positif dan takut kepada Tuhan.
2.
Al-Quran merupkan kumpulan
khutbah Muhammad selam kurang lebih 23 than yang ditulis ulang oleh generasi
selanjutnya.
3.
Muhammad merupakan tokoh
yang cerdas dan sangat berpengaruh membawa kemajuan karena dapat mempelajari
lingkungan sekitar.
4.
Hadits merupakan kumpulan
ucapan yang dikaitkan kepada Muhammad karena kesakralannya dimata lingkungan.
5.
Jihad hanyalah sebagai
bentuk peprangan suci.
6.
Tradisi kesufian di dalam
islam tak lebih hanyalah tiruan atau ajaran dari ajaran Kristen dan Greek.
Lagi-lagi ketika para orientalis
kesulitan menghujat al-Quran objek kajianm ereka akan berpindah pada hadits. Joseph
Scacht salah satunya, lahir di Jerman 15 Maret 1902 - 1969. Meski
berkebangsaan Jermn namun ia memihak pada Inggris. Dan ruang lingkup kajiannya
meliputi : manuskrip Arab, edit kritikal atas manuskri-manuskrip fiqh, kajian
ilmu Kalam, sejarah Sains, dan Filsafat. Dalam pandangannya:
1.
Terori Projecting Back,
yaitu suatu teori melihat keaslian hadits melalui penelusuran sejarahantara
hokum islam dengan apa yang dinamakan hadits itu. Hadits-hadits yang ada
merupakan buatan pad akhir abad satu dan abad dua sebagai upaya penguatan hokum
islam yang dirumuskan oleh para qodli. Karena:
a.
System isnad baru dimulai
pada abad kedua atau paling awal akhir abad satu
b.
Isnad merupakan proyeksi
doktrin sampai pada sumber klasik yang diletakkan secara sembarangan dan
sewenang-sewenang.
c.
Keberadan common narrator
dalam rantai periwayatan merupakan indikasi hadits berasal dari masa periwayat
itu.
2.
Teori E Siliento,
yaitu teori yag mengatakan bahwa eksistensi suatu hadits cukup dengan
menunjukan bahwa hadits tersebut pernah digunakan sebagai dalil dalam diskusi
para fuqaha’
3.
Teori Common Link,
yaitu teori yang menganggap bahwa orang
yang paling bertanggung jawab atas kemunculan hadits adalah periwayat poros
yang terdapat di tengah bundle sanadnya.
Jhon Arbery lahir pada 12 Mei
1905 – Oktober 1969, ia orientalis berkebangsaan Inggris yang menguasai
kajian ketimuran khusunya bahasa Arab dan Persia. Karena kajiannya yang dalam
ruang lingkup sastra pada wilayah Arab dan Persia menjadikannya memberikan
statement pada orientalis yang akan mengkaji ketimuran Islam khususnya mereka
haruslah menyingkirkan ketakutan, kesalah fahaman, dan kebohongan yang telah membatu
supaya tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian negative terhadap Islam.
Menurutnya:
1.
Al-Quran diwahyukan pada
suatu waktu ketika peradaban Yunani dan Romawi runtuh dan Islam telah
menciptakan ilmu pengetahuan dan ilamu sendiri yang sederhana dan konsisten.
2.
Tasawuf merupakan campuran
atau amalgamasi dari berbagai ajaran esoteric dalam tradisi islam sebagai hasil
perpaduan antara agama dan budaya.
Selain dari mereka yang sinis
dalam memandang islam, dari mereka ada yang mengarah pada islam, W. Montgomery
Watt salah satunya, ia lahir pada 14 Maret 1909 di Skotlandia dan wafat
di Edinburg pada 24 Oktober 2006. Watt melakukan penelitiannya dengan
pendekatan sosio-historis. Pemikiran-pemikirannya:
1.
Islam tidak memiliki
aliran-aliran resmi, namun dalam perumusan doktrin-doktrin madzhab terdapat lapangan luas konsesus tak formal.
Islam sejak zaman Nabi tidak berubah namun berbagai jenis variasi muncul dan
tenggelam.
2.
Wahyu atau al-Quran
merupakan kitab suci yang diturunkan oleh tuhan melalui perantara malaikat
Jibril.
3.
Pengumpulam teks al-Quran
terjadi dimasa Ustman yang tidak lebih dari alat bantu ingatan sebagai
penyeragaman bacaan, pengumpulan ini tidak terjadi dimasa Abu Bakr.
Pertentangan antara Islam dan Kristen diliputi
oleh mitos-mitos dan persepsi yang salah dari masing-masing.

1 Komentar:
monggo selesai ujian segera dilengkapi.. he he he he
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda