Senin, 22 Desember 2014

refleksi orientalisme

Ignaz Goldzier merupakan salah satu tokoh orientalis berkebangsaan Hongaria yag lahir 22 Juni 1850. Dan ia meninggal 13 November 1921. Ia merupakan murid dari Fleisser, pakar filologi dan ahli ketimuran. Sebelu menjadi emimpin di Universitas Budhaphes ia ditugasi melakukan ekspedisi ke kawasan timur dan menetap di Kiaro. Tahun 1894 ia medapat gelar professor kajian bahasa semit. Dari banyak kajiannya ia menyatakan:
1.       Perdebatan bacaan al-Quran merupakan usaha untuk melestarikan dan usaha untuk menafsirkan firman Tuhan, yang mencukupi kepentingan dan temdensi yang diusung. Alquran memiliki garansi keterjagaan.
2.       Hadits tidak memiliki garansi dari al-Quran. Hadits adalah buah cipta dari kreasi muslim belakangan yang merupakan refleksi doctrinal dari perkembangan politik sejak dua abad pertama. Karena tidak ada bukti penulisan hadits dimasa Nabi.
3.       Ijma’ merupakan otoritas legalitas yang paling penting dalam system hokum islam klasik.
4.       Perkembangan dogmatis islam berlangsung menurut jejak alam pikiran yunani sperti dalam hokum, ide politik, cara berfikir, dll
5.       Perbedaan qiraah memang mungkin terjadi, ini karena karakteristik huruf tulisan arab.
Christian Snouck Hurgronje adalah seorang orientalis berkebangsaan Belanda yang lahir 8 Februari 1857 – 26 Juni 1936 di Leiden. Sejak tahun 1887 ia menjadi penasehat umum pemerintah colonial Belanda dalam masalah islam dan penasehat dalam bahasa Timur dan syari’at islam tahun 1891. Dia meneliti islam untuk mencari titik lemahnya, setidaknya ini terseirat pada pemikirannya berikut:
1.       Ia merupakan peletak dasar kebijakan Islam Politik  yang menyatakan bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama melainkan Islam sebagai doktrin politik
2.       Pembedaan antara islam dalam arti ibadah dan islam dalam arti social politik, menurutnya:
a.       Dalam bidang politik bentuk-bentuk agitasi politik islam yang membawa rakyat pada fanatisme dan Pan Islamisme harus dimusnahkan.
b.      Dalam bidang ibadah, emerintah disaranka bersikap netral dan memberikan kemerdekaan.
c.       Dalam bidang social, colonial harus membatsi meluasnya pengaruh ajaran islam terutama dalam hokum dan peraturan. Sehingga memunculkan teori Respti yang menyatakn hokum islam harus menyesuaikan dengan adat.
3.       Teori Devide at Impera, konsep yang memanfaatkan peran kelompok elite priyai  dalam meredam kekuasaan islam dan pengaruhnya di masyarakat.
Arent Jan Wensinck, lahir pada 7 Agusts 1882 di Belanda – 19 September 1939. Ia merupakan pakar bahsa- bahasa semit. Yang dalam meneliti sejarah islam ia bertumpu pada hadits. Menurutnya sebagian hadits merupakan buata pada sahabat akibat kontak budaya non islam. Jadi hadits merupakan komposisi campur aduk antara ajaran dan tradisi Kristen, Yudaisme, dan Yunani.  Buah karya yang cukup fenomenal tidak hanya dikalangan Barat tapi juga pada Islam adalah konkordasi hadits-hadits Nabi (Mu’jam al-Mufahras li Alfadh Hadits al-Nabawy) yang termuat pada Kutub al-Tis’ah. Ia menyelesaikannya tidak sendirian dengan dibantu oleh beberapa orientlis lainnya. Memang buah karya ini boleh dipertanyakan keotentikannya, oleh karenanya selain merujuk pada kitab mu’jam karya orientalis ini juga tidak meninggalkan kitab mu’jam karya sarjana muslim.
Pad generasi setelahnya, tokoh orientalis lainnya adalah Hamilton Alexander Rossken Gibb yang merupkan orientalis berkebangsaan Ingris yang lahir di Iskandariyah 02 Januari 1895-1971 di Oxford. Setelah wajib militer ke Prancis da Itali ia belajar tentang Arab di School of Oriental and African Studies, mendapat gelar master pada 1922 namun ia telah mengajar di lembaga pembelajaran tersebut sejak 1921. Pada 1926 ia mengunjungi Afrika Utara dan Arab untuk meneliti sejarah dan sastra Arab yang kemudian pada 1929 ditunjuk menjadi pembaca sejarah Arab. Dengan latar belakang sejara ia mengkaji islam yang masih mengkaitkan dengan ajran yang ada sebelum islam, menurutnya:
1.       Islam adalah agama yang vital yang menghimbau hati, akal, dan kesadaran untuk menanamkan nilai-nilai positif dan takut kepada Tuhan.
2.       Al-Quran merupkan kumpulan khutbah Muhammad selam kurang lebih 23 than yang ditulis ulang oleh generasi selanjutnya.
3.       Muhammad merupakan tokoh yang cerdas dan sangat berpengaruh membawa kemajuan karena dapat mempelajari lingkungan sekitar.
4.       Hadits merupakan kumpulan ucapan yang dikaitkan kepada Muhammad karena kesakralannya dimata lingkungan.
5.       Jihad hanyalah sebagai bentuk peprangan suci.
6.       Tradisi kesufian di dalam islam tak lebih hanyalah tiruan atau ajaran dari ajaran Kristen dan Greek.
Lagi-lagi ketika para orientalis kesulitan menghujat al-Quran objek kajianm ereka akan berpindah pada hadits. Joseph Scacht salah satunya, lahir di Jerman 15 Maret 1902 - 1969. Meski berkebangsaan Jermn namun ia memihak pada Inggris. Dan ruang lingkup kajiannya meliputi : manuskrip Arab, edit kritikal atas manuskri-manuskrip fiqh, kajian ilmu Kalam, sejarah Sains, dan Filsafat. Dalam pandangannya:
1.       Terori Projecting Back, yaitu suatu teori melihat keaslian hadits melalui penelusuran sejarahantara hokum islam dengan apa yang dinamakan hadits itu. Hadits-hadits yang ada merupakan buatan pad akhir abad satu dan abad dua sebagai upaya penguatan hokum islam yang dirumuskan oleh para qodli. Karena:
a.       System isnad baru dimulai pada abad kedua atau paling awal akhir abad satu
b.      Isnad merupakan proyeksi doktrin sampai pada sumber klasik yang diletakkan secara sembarangan dan sewenang-sewenang.
c.       Keberadan common narrator dalam rantai periwayatan merupakan indikasi hadits berasal dari masa periwayat itu.
2.       Teori E Siliento, yaitu teori yag mengatakan bahwa eksistensi suatu hadits cukup dengan menunjukan bahwa hadits tersebut pernah digunakan sebagai dalil dalam diskusi para fuqaha’
3.       Teori Common Link, yaitu teori  yang menganggap bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kemunculan hadits adalah periwayat poros yang terdapat di tengah bundle sanadnya.
Jhon Arbery lahir pada 12 Mei 1905 – Oktober 1969, ia orientalis berkebangsaan Inggris yang menguasai kajian ketimuran khusunya bahasa Arab dan Persia. Karena kajiannya yang dalam ruang lingkup sastra pada wilayah Arab dan Persia menjadikannya memberikan statement pada orientalis yang akan mengkaji ketimuran Islam khususnya mereka haruslah menyingkirkan ketakutan, kesalah fahaman, dan kebohongan yang telah membatu supaya tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian negative terhadap Islam. Menurutnya:
1.       Al-Quran diwahyukan pada suatu waktu ketika peradaban Yunani dan Romawi runtuh dan Islam telah menciptakan ilmu pengetahuan dan ilamu sendiri yang sederhana dan konsisten.
2.       Tasawuf merupakan campuran atau amalgamasi dari berbagai ajaran esoteric dalam tradisi islam sebagai hasil perpaduan antara agama dan  budaya.
Selain dari mereka yang sinis dalam memandang islam, dari mereka ada yang mengarah pada islam, W. Montgomery Watt salah satunya, ia lahir pada 14 Maret 1909 di Skotlandia dan wafat di Edinburg pada 24 Oktober 2006. Watt melakukan penelitiannya dengan pendekatan sosio-historis. Pemikiran-pemikirannya:
1.       Islam tidak memiliki aliran-aliran resmi, namun dalam perumusan doktrin-doktrin madzhab  terdapat lapangan luas konsesus tak formal. Islam sejak zaman Nabi tidak berubah namun berbagai jenis variasi muncul dan tenggelam.
2.       Wahyu atau al-Quran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh tuhan melalui perantara malaikat Jibril.
3.       Pengumpulam teks al-Quran terjadi dimasa Ustman yang tidak lebih dari alat bantu ingatan sebagai penyeragaman bacaan, pengumpulan ini tidak terjadi dimasa Abu Bakr.
Pertentangan antara Islam dan Kristen diliputi oleh mitos-mitos dan persepsi yang salah dari masing-masing.

1 Komentar:

Pada 23 Desember 2014 pukul 11.01 , Blogger Unknown mengatakan...

monggo selesai ujian segera dilengkapi.. he he he he

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda