sepercik kasih filsafat
Sepercik
Kasih Filsafat
Setiap
orang mempunyai jiwa filsafat walaupun terkadang tidak sadar akan hal itu.
Seperti ide-ide tentang benda,arti kehidupan, dan pengertian-pengertian. Secara
tidak langsung filsafat akan menjadikan pemikiran menjadi lebih kritis dan
menghasilkan asumsi yang sangat beragam. Sebagai upaya untuk mencari kebenaran.
Sebagai
disiplin ilmu yang sangat fenomenal, filsafat sangat berperan terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dari masa kemasa. Filsafat yakni cinta
kebijaksanaan, mencari kebijaksanaan melalui berfikir secara tuntas. Dari jalan
inilah yang akan mengasah dan mengembangkan pemikiran manusia. Bagaimana tidak,
sembaring berjalannya filsafat berkembang pula berbagai macam pengetahuan baru.
Sebagaimana dapat ditelaah pada histori islam, pada puncak kejayaannya muncul
ilmu baru yang berawal dari filsafat.
Sebagai
langkah awal dalam mengenbangankan pemikiran, fisafat melandasi pemikiran yang
dapat membangun diri sendiri. Kegiatan filsafat berperan aktif dalam membangun
karakteristik seseorang. Namun disini juga tidak meniadakan factor lain yang
turut membangun otoritas diri, dan filsafat hadir sebagai penunjang dan
pengokoh jati diri dalam rangka mencari kebenaran. Tidak hanya itu, filsafat
juga merekontruksi akar pemikiran secara radikal. Tentunya sebagai salah satu
upaya, filsafat tidak sama dengan ilmu yang lainnya dalam memandang objek
melihat dari sudut totalitas atau menyeluruh. Dari sinilah dapat dilihat
keluasan objek filsafat yang tak terhingga, namun ketidak terhinggaan itu
dibatasi oleh koheren (sesuai denan kaidah berfikir logis) dan konsisten (tidak
mengandung kontradiksi). Dalam membangun dan mengembangkan pemikran, tentu
memerlukan adanya kegiatan berfilsafat yang melampauhi batas pengalaman
kehidupan sehari-hari dalam menentukan sebuah spekulasi.
Mensistematisasi
pemikiran, sehingga dapat mensinergikan sumberdaya secara kompleks dalam
memahami sebuah realita, sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang holistic.
Dalam melihat realita ada banyak sudut yang dapat ditelaah, berbeda dengan
filafat yang secara radikal dan total, secara perlahan akan mensistematisir
pemikiran sebagai hasil dari mencermati jalan pemikiran filsuf dalam memecahkan
masalah. Meski ada pembagian manusia secara parasial, filsafat mengajarkan
menelaah samapai akar. Maka, akan didapatkan hasil dari uasaha kecintaan
terhadap hikmah, sebutan kegiatan berfilsafat dalam kamus arab.
Analitis,
setelah pemikiran tersistematisir dalam mengembangkan pemikiran filsafat
berpegaruh terhadap analisa pada suatu objek. Analisa yang berfilsafat akan
tidak hanya mementingkan dirinya sendiri atau sebagian pihak, namun lebih
sebagai realitas ilmu yakni menyejahterakan umat manusia. Dalam menghasilkan
persepsi paradigma yang filosofi, keilmiahan objek juga berpengaruh. Hasil
pemikiran yang disahkan dengan penelitian yaitu: rasional, empiric, dan terukur
akan mengembalikannya pada orientasi yang dituju, dengan kata lain tidak semua
hasil pemikiran dapat diterima jika tidak berlandaskan teori ilmiyah, namun tak
selamanya teori berbanding lurus dengan realita.
Sebagaimana dikutip dari buku “Pengantar
Filsafat” tim penyusun MKD IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA:
“Berfilsafat
berarti berpangkal pada suatu kebenaran. Dalam mengartikan sebuah kebenaran. Yang fundamental atau
pengalaman yang asasi. Oemar A. Hoessin mengatakan sebagai berikut: “filsafat
itu memberikan kepuasan kepada keinginan msnusia akan pengetahuan yang tersusun
dengan tertib, akan kebenaran”. Sementara S. Takdir Alisyanbana menulis dalam
bukunya “Pembimbing Filsafat” bahwa “Bagi manusia, seorang berfilsafat itu
berarti mengatur hidunya seinsaf-insfnya, sesentral-sentralnya dengan perasaan
bertanggung jawab”.”
Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan mengajarkan
untuk berfikir, memahami dengan mendalam, melatih untuk kritis, namun sesuai
dengan realita untuk dapat mencari pemecahan sebuah problematika atau
mensintisiskan analisa untuk menghasilkan sebuah formula baru yang lebih jitu.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda